|

Delapan WN Somalia Diselundupkan dari Malaysia ke Indonesia

Jakarta – Delapan warga negara (WN) Somalia diselundupkan ke Indonesia dari Malaysia melalui kapal tanpa nama, di Perairan Bagan Asahan, ditangkap oleh Patroli Laut Angkatan Laut Tanjung Balai, Sumut, Jumat (28/4) dini hari, pukuk 01. 30 WIB.

Kabag Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Agung Sampurno menjelaskan nahkoda dan anak buah kapal (ABK) melompat ke laut dan melarikan diri ke dalam hutan bakau, dengan membawa Dokumen Paspor delapan WN Somalia. “Diduga mereka adalah para pengungsi yang tinggal dan berada di Malaysia,” kata Agung, di Jakarta, Sabtu (29/4).

Berdasarkan data UNHCR (United Nation High Commission for Refufees) per- Maret 2017, di Malaysia terdapat sekitar 150.845 pengungsi dan pencari suaka. Sementara di Indonesia terdapat sekitar 14.000 pengungsi yang berada di Rumah Detensi Imigrasi, Kantor Imigrasi, Community House dan pengungsi mandiri.

Warga Negara Sinegal

Sebelumnya, Kantor Imigrasi Merauke, Papua, 16 April 2017 menggagalkan lima WN Sinegal yang menyelundup masuk Papua New Guineana (PNG) melalui jalur pintu keluar tradisional di daerah Sota, Papua. “Dari hasil investigasi diketahui, mereka menyewa kapal menuju PNG dan akan melakukan suatu kegiatan ilegal,” kata Agung Sampurno.

Agung menjelaskan secara geopolitik Indonesia berada diantara negara penerima pengungsi (Malaysia) dan peratifikasi konvensi PBB tentang pengungsi (Australia). “Hal ini menyebabkan Indonesia rawan terhadap rembesan dan pelarian pengungsi dari kedua negara tersebut. ”

Upaya pengawasan Ditjen Imgrasi, dalam menjaga pintu masuk terus ditingkatkan, baik kepada warga negara Indonesia (WNI) yang diduga akan menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO), maupun terhadap orang asing yang berpotensi menjadi ancaman keamanan negara, meski dengan keterbatasan personil dan anggaran yang tersedia.

“Strategi yang dilakukan adalah menggunakan teknologi informasi di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI), Kantor Imigras. Dan implementasi sistem informasi manajemen keimigrasian dengan seluruh kantor imigrasi dan 33 Perwakilan RI di luar negeri. Serta meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petugas imigrasi dengan pelatihan dan pendidikan, kerjasama dengan Interpol melalui konektifitas database interpol, dan kerjasama lainnya dengan instansi terkait di dalam negeri,” papar Agung. (Poskota)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=23636

Posted by on Apr 29 2017. Filed under News, Opini, Pendidikan, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented