|

MUI Juga akan Mengadu ke MA Terkait Sidang Ahok

Jakarta – Kesal ketua umumnya dicecar hampir tujuh jam nonstop, Komisi Hukum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat mengancam akan megadukan itu ke Mahkamah Agung (MA).

Hal ini terkait kehadiran Ketua MUI Pusat, Ma’ruf Amin yang dimintai kesaksiannya selama hampir tujuh jam dalam sidang kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Selasa (31/1/2017).

“Ya tentu kami akan memprotes ke Mahkamah Agung. Ini tindakan yang tidak manusiawi ya dengan cara memeriksa saksi seperti ini. Saya kira itu menjadi kewajiban kami, kuasa hukum akan memprotes ke Mahkamah Agung,” kata Ketua Komisi Hukum MUI, Ikhsan Abdullah, di halaman Auditorium Kementan, Jalan RM Harsono, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (31/1/2017).

Ikhsan pun menilai ada pembiaran dari jaksa penuntut umum (JPU) bahwa Ma’ruf dimintai kesaksiannya selama hampir tujuh jam. Padahal, kata dia, Ma’ruf memenuhi kehadirannya sebagai saksi atas permintaan jaksa.

“Saksi hadir ini atas permintaan jaksa untuk membantu jaksa, membantu masyarakat dalam rangka mengungkap terjadinya tindak pidana atau tidak. Kan begitu. Nah ini kelalaian dari jaksa. Hakim juga tidak melihat bagaimana seorang yang berusia 73 tahun dibiarkan tujuh jam memberikan kesaksian. Ini bukan terdakwa pesakitan, ini memberikan kesaksian,” imbuhnya.

Selama tujuh jam di muka persidangan, ungkap Ikhsan, Ma’ruf Amin dimintai pertanyaan yang sama secara berulang-ulang, terutama oleh tim pengacara Ahok. Hal ini pun sempat membuat Ma’ruf kesal.

“Ya pertanyaannya sama, sekitar tabayun ya. Sudah dijawab, diulang lagi. Sekitar proses penerbitan fatwa, rapat-rapat. Sudah diberikan keterangan, diulang lagi, diulang lagi. Sampai Kiai (Ma’ruf Amin) mengatakan, ‘Saya sudah beberapa kali menerangkan apakah anda tidak mencatat? Apakah pengacara segitu banyak tidak mencatat?’ Hakim juga sempat menegur,” tuntasnya.

Ma’ruf hadir memberikan kesaksiannya sejak pukul 09:00 WIB. Dia dihadirkan oleh JPU sebagai saksi untuk menjelaskan seputar sikap keagamaan yang dikeluarkan MUI atas pidato Ahok di Kepulauan Seribu yang mengutip Surat Al Maidah ayat 51. (Poskota)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=21557

Posted by on Jan 31 2017. Filed under Ekonomi, News, Pendidikan, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented