|

Sinyal ELT Pesawat Hilang di Papua Terdeteksi

Lokasinya masih sulit dijangkau karena cuaca buruk.
Mimika – Pesawat jenis Carebo PK-SWW hilang kontak saat terbang dari Timika menuju Ilaga Puncak, Senin, 31 Oktober 2016. Lokasi jatuhnya pesawat yang mengangkut bahan bangunan seberat 3 ton itu dikabarkan sudah ditemukan.

Juru bicara Polda Papua Kombes Patrige Renwarin mengatakan, penemuan perkiraan lokasi jatuhnya pesawat itu berdasarkan pancaran yang diterima tower Bandara Mozes Kilangin Timika.

“Lokasi jatuh pesawat dari hasil pancaran ELT (Emergency Locator Transmiter) yang diterima dari petugas TWR Mimika diketahui berada pada posisi 40 NM – 45 NM R.060 TMK VOR (posisi antara Ilaga Pass dengan Jila Pass),” ujar Patridge.

Menurut Patrige, operasi pencarian akan kembali dilanjutkan Selasa besok. “Cuaca di wilayah Pegunungan Papua sangat ekstrem, dan kerap berubah-ubah, sehingga jika sudah sore hari tidak lagi terbang,” katanya.

Penemuan titik lokasi keberadaan pesawat itu dibenarkan Kepala SAR Timika, Hendra Salawaney. Menurutnya, tim berhasil mendeteksi sinyal distress dari ELT pesawat yang hilang. Hanya saja, saat tim ingin melakukan pencarian, terkendala cuaca.

“Sampai sekarang yang terdeteksi sinyal distress yang dipacarkan dari ELT pesawat, tapi titiknya belum terlihat. Kondisi cuaca saat tadi tertutup awan berkabut, jadi agak kesulitan,” kata Hendra.

Sementara itu, informasi yang diperoleh dari Bandara Mozes Kilangin, helikopter Cooper M17 sudah terbang menuju Kampung Jila, yang diperkirakan dekat dengan lokasi jatuhnya pesawat.

Heli mengangkut avtur sebanyak 1.200 kg dengan 18 penumpang digerakkan menuju LKP (Last

Know Position).
Sekira pukul 15.25 WIT SRU 1 heli MI-17 tiba di LKP dan melakukan pencarian dan droping

BBM di Jila. Kemudian, pukul 15.30 WIT 11 orang ditinggalkan di Jila untuk menjaga BBM,

dan pukul 16.30 WIT heli MI-17 PK OIS landing di Timika.
Dari hasil pengecekan LKP tersebut para tim evakuasi tidak bisa memasuki LKP dikarenakan

awan dan kabut yang tebal, ditambah dengan medan pegunungan yang tidak memungkinkan.
Untuk BBM saat ini di-drop di Distrik Jila bersama dengan 11 orang yang terdiri dari Tim

SAR, PASKHAS dan LANUD. (Viva)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=18707

Posted by on Okt 31 2016. Filed under News, Pendidikan, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented