|

Panglima tegaskan TNI belum bisa masuk ke perairan Filipina

Jakarta – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan TNI belum diizinkan masuk ke kawasan perairan Filipina untuk membebaskan ABK WNI yang disandera kelompok militan pada 20 Juni 2016. Hal ini bertentangan dengan pernyataan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu bahwa TNI sudah diizinkan masuk ke perairan Filipina hanya belum diizinkan beroperasi di daratan.

“Jangankan bebaskan sandera, TNI bawa kapal masuk saja itu tidak bisa. Karena aturan negara seperti itu, kalau dengar katanya, katanya, katanya, kan, enggak mungkin katanya,” ungkap Gatot usai buka puasa bersama di Istana Negara, Kamis (30/6).

Menurut Gatot, TNI bisa memasuki kawasan Filipina apabila sudah ada aturan secara tertulis. Namun jika belum ada, TNI tidak bisa memaksakan diri memasuki kawasan tersebut karena berpotensi melanggar undang-undang negara lain.

“Semuanya berdasarkan aturan, ada hitam di atas putihnya. Itu belum ada SOP (standard operating procedure) segala macam belom ada,” jelasnya.

Gatot menegaskan, hingga saat ini masih terus memantau keberadaan 7 ABK WNI yang disandera. Dia berharap ada jaminan keamanan dari pemerintah Filipina. Aman yang dimaksud, kata Gatot, masuk dalam dua opsi, pertama pemerintah Filipina menjamin aman, kedua TNI diizinkan masuk mengawal kapal-kapal yang memasuki perairan Filipina.

“Apapun opsi-opsinya harus kita siapkan,” tandasnya.(Merdeka)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=15651

Posted by on Jun 30 2016. Filed under Tak Berkategori. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented

Recently Added