|

Jadi Tersangka Suap, Politikus Demokrat Ditahan di Rutan Polres Jaksel

Jakarta – Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Demokrat, I Putu Sudiartana ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Jakarta Selatan, Kamis (30/6) dini hari.

Penahanan ini dilakukan setelah Putu menjalani pemeriksaan intensif sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pemulusan rencana proyek 12 ruas jalan di Sumatera Barat. Putu yang ditangkap Tim Satgas KPK pada Selasa (28/6) malam, akan menjalani masa penahanan setidaknya selama 20 hari mendatang.

“Ditahan untuk 20 hari pertama,” kata Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati.

Tak hanya Putu, KPK juga menahan empat tersangka lain dalam kasus ini di Rutan berbeda. Staf khusus Putu bernama Novianti ditahan di Rutan KPK, sedangkan perantara suap bernama Suhemi ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur. Sementara Yogan Askan yang diketahui seorang pengusaha ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Pusat, dan Kepala Dinas Prasarana Jalan dan Tata Ruang Pemukiman Sumatera Barat, Suprapto ditahan di Rutan Salemba.

Para tersangka, termasuk Putu satu per satu keluar ruang pemeriksaan untuk menjalani masa penahanan sekitar pukul 01.40 WIB. Putu yang lebih dulu keluar Gedung KPK berupaya menunduk dan menyembunyikan wajahnya menggunakan topi. Tak ada komentar apa pun yang keluar dari mulut wakil bendahara umum DPP Partai Demokrat ini terkait kasus yang menjeratnya.

Tak berselang lama, giliran Novianti yang keluar ruang pemeriksaan. Seperti halnya Putu, Novianti pun berupaya menutupi wajahnya yang terlihat sembab. Sementara Suhemi menutupi mukanya dengan kain hitam. Sikap bungkam juga ditunjukan Yogan dan Suprapto saat keluar ruang pemeriksaan.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Putu, Novianti, dan Suhemi ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. Ketiganya disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-undang Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Sementara Yogan dan Askan yang menjadi tersangka pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 huruf a dan Pasal 13 Undang-undang Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.(Beritasatu)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=15665

Posted by on Jun 30 2016. Filed under Ekonomi, News, Pendidikan, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented