|

KPK Bidik Tersangka Baru di Kasus Reklamasi

Jakarta – Penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), membuka penyelidikan baru terkait perkara dugaan suap pembahasan dua Raperda reklamasi teluk Jakarta.

“Ada satu lidik baru (pada kasus Raperda reklamasi,” kata Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (29/4/2016).

Penyelidikan baru itu tidak menutup adanya tersangka baru dalam kasus ini. Tapi KPK belum memberikan signal pihak mana yang akan menjadi sasaran bidik oleh pihaknya. Yang pasti dalam kasus ini melibatkan tiga pihak. Yakni DPRD DKI Jakarta, pengembang dan Pemprov DKI Jakarta.

“Ditunggu saja, untuk sampai ada tersangka baru,” kata dia.

Diketahui, kasus suap terkait reklamasi ini terbongkar ketika KPK mencokok Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta M. Sanusi dan Personal Assistant PT Agung Podomoro Land Trinanda Prihantoro pada Kamis malam, 31 Maret 2016. Sanusi baru saja menerima uang dari Trinanda melalui seorang perantara.

Lembaga Antikorupsi mengamankan uang sebesar Rp1,140 miliar yang diduga merupakan suap untuk Sanusi. Politikus Gerindra ini diketahui telah menerima sekitar Rp2 miliar dari PT APL secara bertahap.

Uang diduga sebagai suap terkait pembahasan raperda tentang rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Provinsi DKI Jakarta 2015-2035. Selain itu, fulus juga terkait raperda tentang rencana kawasan tata ruang kawasan strategis pantai Jakarta Utara.

KPK akhirnya menetapkan tiga tersangka pada kasus ini. Mereka adalah M. Sanusi, Trinanda, dan Presiden Direktur PT APL Ariesman Widjaja yang kini sudah mendekam dalam rumah tahanan.

Di tengah berjalannya kasus ini, pertemuan legislator Ibu Kota dengan Sugianto Kusuma alias Aguan, bos Agung Sedayu Group yang juga menggarap proyek reklamasi, mengemuka. Isi pertemuan tengah didalami penyelidik KPK.

“Dipercaya pertemuan tersebut merupakan rangkaian pertemuan proses dan penyertaan masing-masing pihak terkait konstruksi kasus,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, beberapa waktu lalu.

Beberapa pentolan legislator DKI disebut hadir dalam pertemuan pada Januari 2016 itu. Mereka di antaranya Ketua DPRD, Prasetyo Edi Marsudi, Wakil Ketua DPRD, M. Taufik, Wakil Ketua DPRD Mohamad Sangaji, Ketua Komisi D DPRD M. Sanusi serta Ketua Pansus Reklamasi Selamet Nurdin.

Saut tidak menampik kasus dugaan suap terkait pembahasan raperda reklamasi ini bisa dikembangkan dengan temuan dari pertemuan tersebut. “Bisa saja kasusnya berkembang,” papar dia.[Inilahcom]

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=13953

Posted by on Apr 30 2016. Filed under Ekonomi, News, Pendidikan, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented