|

Pimpinan KPK: Kalau kasus La Nyalla jalan di tempat, kita ambil alih

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memonitor kasus dugaan korupsi dana hibah Rp 5 miliar di Jawa Timur yang menyeret nama La Nyalla Mattalitti. Lembaga ini bahkan siap mengambil alih jika penanganannya jalan di tempat.

“Kalau kasus La Nyalla tidak jalan atau jalan di tempat, kita ambil alih,” kata Pimpinan KPK, Saut Situmorang pada Seminar Pencegahan Dini Korupsi di Gedung Bina Graha Medan, Sumatera Utara, Rabu (30/3).

Sejauh ini, KPK terus memantau perkembangan kasus yang tengah ditangani penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jatim itu. Mereka juga melakukan koordinasi dan supervisi terkait proses penanganan kasus itu.

“Kita ikuti terus dan memonitoring kasusnya. Kita melakukan koordinasi dan supervisi,” tutur Saut.

Dia juga menyatakan KPK sejak awal sudah mengikuti kasus La Nyalla. Namun, dia menolak mengomentari mengenai dugaan kaburnya Ketum PSSI itu. “Saya di sini tidak cerita kasus,” jelasnya seusai seminar.

Seperti diberitakan, La Nyalla Mattalitti ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, berdasarkan alat bukti yang ada. La Nyalla diduga mengorupsi dana hibah Kadin Jatim yang berasal dari Pemprov Jatim. Duit itu diduga dipakai membeli saham Initial Public Offering (IPO) Bank Jatim dengan nilai sekitar Rp 5,3 miliar, pada 2012.[Merdeka]

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=13394

Posted by on Mar 30 2016. Filed under Ekonomi, News, Pendidikan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented