|

Bantah 10 Anggota Gabung NKRI, TPN/OPM Tuding Ada Rekayasa Intelijen

Jayapura – Tentara Pembebasan Nasional/Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) menegaskan bahwa 10 orang yang ‘turun gunung’, Selasa (26/1) lalu, bukan anggota mereka.

(Baca: 10 Anggota OPM Turun Gunung Ingin Gabung Lagi dengan NKRI)

Sekjen TPN/OPM, Anton Tabuni mengonfirmasi hal tersebut kepada Cenderawasih Pos, pertengahan pekan ini lewat sambungan telepon. “Penyerahan diri 10 orang yang mengaku sebagai anggota pasukan TPN OPM pimpinan Goliath Tabuni, adalah strategi badan intelejen Indonesia yang tidak bertanggungjawab, 10 orang itu adalah milisi Indonesia dan bukan TPN OPM,” tutur Anton Tabuni.

Sementara diketahui, 10 orang yang diklaim sebagai anggota TPN/OPM pimpinan Goliat Tabuni itu bertolak ke Jakarta untuk bertemu pemerintah pusat.

Anton sendiri berhasil dihubungi Cenderawasih Pos, setelah difasilitasi salah satu penggiat HAM di Papua, Mathius Murib di Prima Garden Abepura. Dalam percakapan telepon berdurasi 21 menit 24 detik itu, Anton mengaku berbicara dari markas besar TPN-OPM di Tinggi Nambut, Puncak Jaya.

Dia dimandatkan oleh Goliat Tabuni langsung, untuk menyampaikan apa yang sebenarnya menjadi penilaian mereka atas 10 orang yang sempat “rekreasi” di Jayapura dan kini berada di Jakarta tersebut. Menurut Anton, 10 orang yang dibawa oleh pemerintah dan aparat keamanan ke Jayapura kemudian ke Jakarta untuk bertemu Presiden Jokowi hanyalah akal-akalan yang direkayasa.

Ia menegaskan bahwa ini lebih pada sebuah proyek keamanan. Pasalnya pria dengan nama lengkap Anton Nego Obeth Tabuni ini menegaskan bahwa perjuangan yang dilakukan sudah berlangsung di berbagai tempat selama 50 tahun lebih dan diwarnai beragam risiko. Tujuannya hanya satu yakni sebuah kemerdekaan yang berdaulat.

Karenanya tak benar ada anggota TPN/OPM yang memilih turun gunung lalu bergabung dengan pemerintah. “Pasukan kami utuh di markas dan saya mau katakan bahwa yang 10 orang itu adalah masyarakat biasa yang dipakai untuk rekayasa politik,” bebernya.

Kata Anton selama puluhan tahun ini perjuangan yang dilakukan hanya untuk revolusi jadi tak ada kompromi apalagi menyerah termasuk melobi pemerintah untuk kepentingan sendiri.

Dia juga membantah soal dua tembakan yang terjadi sesaat ke 10 orang ini diberangkatkan ke Jayapura. Anton mengaku tembakan tersebut bukan dari kelompoknya. Ia malah menuding bahwa tembakan itu sengaja dilakukan aparat TNI untuk mengkambinghitamkan TPN-OPM yang protes atas keberangkatan 10 orang tadi. “Itu strategi aparat keamanan yang tidak bertanggungjawab. Kami tidak akan berbuat sedemikian rupa,” tegasnya. (Jpnn)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=12563

Posted by on Jan 31 2016. Filed under News, Pendidikan, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented