|

Tiba di Polda, Tersangka Bentrok Tambang Banyuwangi Bingung

Kedua tersangka masih muda.
Surabaya – Tepat pukul 23.00 WIB, Sabtu, 28 November 2015, dua tersangka bentrok tambang emas di Desa Sumberagung, Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, GT (19 tahun) dan SU (45), tiba di gedung Ditreskrimum Polda Jatim di Surabaya. Dikawal polisi, kedua tersangka tampak lemah saat dimasukkan ke ruang pemeriksaan.

GT dan SU diberangkatkan dari Banyuwangi sekitar pukul 14.00 WIB dengan menggunakan dua mobil berbeda milik Subdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) dan dikawal dua mobil berisi anggota Brimob. Mereka dibawa ke Surabaya dengan tergesa-gesa, sehabis diamankan, setelah sempat menghilang dari rumah sakit.

Sesampai di Polda, GT yang terlihat masih muda terus menundukkan kepala. Ia berusaha menghindari sorotan kamera.

Sementara SU tampak kebingungan. Tubuhnya terlihat lemas, mungkin capek dimakan perjalanan jauh Banyuwangi-Surabaya. Tak ada kata sedikit pun disampaikan keduanya ketika ditanya awak media.

GT dan SU ditetapkan sebagai tersangka karena diduga terlibat pengrusakan dan pembakaran sejumlah fasilitas di lokasi tambang emas yang dikelola PT Bumi sukses Indo (BSI) di Desa Sumberagung, Pesanggaran, Banyuwangi, Rabu, 25 November 2015 lalu.

“Penetapan tersangka keduanya berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti yang berhasil dikumpulkan penyidik,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Sabtu, 28 November 2015. Namun, soal peran keduanya dalam peristiwa bentrokan masih didalami.

Kasus ini langsung ditangani Polda Jatim, dibantu Polres Banyuwangi. Informasi diperoleh VIVA.co.id, kasus dan tersangka dibawa ke Polda karena pertimbangan keamanan. Ratusan warga penolak tambang di Banyuwangi dikabarkan bertahan dan meminta tersangka dibebaskan.

Seperti diberitakan, bentrok antara ratusan warga dan polisi pecah di lokasi tambang emas milik PT BSI, Rabu, 25 November 2015, lalu. Kerusuhan bermula ketika warga penolak tambang menggelar pertemuan dengan pihak PT BSI dan Muspida Banyuwangi yang dimediasi Polres. Warga meminta tambang ditutup karena khawatir kawasan pegunungan Tumpang Pitu sebagai lokasi tambang tidak bisa lagi jadi tameng bencana alam, seperti Tsunami.

Pertemuan tidak menemukan kata sepakat. Warga lalu mendatangi lokasi tambang untuk berdemo.

Polisi berhasil mengendalikan keadaan. Sempat berhenti, malamnya ratusan warga kembali berdemo dan berakhir bentrok. Versi polisi, akibat peristiwa tersebut dua warga alami luka-luka dan dua orang polisi juga terluka.(Viva)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=10796

Posted by on Nov 29 2015. Filed under Tak Berkategori. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented