|

Dua Polisi yang Diduga Menembak Prajurit TNI Diperiksa Provos

Polman — Dua anggota Polres Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, telah menjalani pemeriksaan oleh provos terkait bentrok aparat yang mengakibatkan seorang anggota TNI tewas.

“Penembakan anggota TNI yang melibatkan anak buahnya telah menjalani pemeriksaan. Kami berjanji akan memproses kasus tersebut sesuai hukum yang berlaku,” kata Kapolres Polman AKBP Agoeng Adi Koerniawan yang dikonfirmasi di Polman, Ahad (30/8) malam WIB.

Menurut dia, dua anggotanya yang disinyalir mengeluarkan tembakan tersebut yakni Bripda Heri dan Briptu Caswan yang kini sedang dalam pemeriksaan provos.

Kapolres pun belum bisa menetapkan siapa diantara dua anggota polisi tersebut yang melakukan penembakan hingga mengakibatkan anggota TNI tewas. “Kita masih melakukan pemeriksaan.

Tetapi, yang pastinya kami akan melakukan tindakan sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Kapolres mengaku sangat menyesalkan kejadian dan tindakan yang dilakukan anggota hingga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. “Saya sangat menyesalkan hal ini. Dari awal kejadian, kita sudah mendamaikan kedua pihak. Tapi ternyata ada yang tidak menerima,” jelasnya.

Dari kejadian itu, Kapolres juga berharap, agar semua pihak tidak terprovokasi. Terutama isu yang berkembang di luar. Bahkan, kejadian yang melibatkan dua institusi keamanan itu diharapkan merupakan yang terakhir terjadi.

“Saya selaku pimpinan sangat menyesal, dan mohon maaf atas kelakuakn anggota saya. Kasus ini akan saya proses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Sementara itu, informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kasus tersebut berawal sekitar puku 14.00 WITA saat terjadi perkelahian dengan anggota Kodim 1401/Majene yakni Praka Laksmono dengan salah seorang anggota Patmor Polres Polman yang diketahui bernas Bribda Ambo Siki.

Saat itu, Praka Rusmono sedang menonton balapan dengan anggota kru MMS racing Team Majene di datangi beberapa anggota Patmor dan diminta agar tidak menonton di atas lintasan balapan. Waktu itu, salah satu rekan Praka Laksmono yang merupakan anggota team kru MMS racing Team Majene terkena tongkat anggota patmor sehingga hampir terjatuh di parit.

Praka Laksmono tidak menerima perlakuan tersebut dan menghampiri anggota patmor hingga akhirnya terjadi perdebatan. Beberapa anggota patmor yang melihat kejadian tersebut tidak terima dan langsung mengeroyok Praka Laksmono.

Setelah itu, sekira pukul 14.30 Wita, Kapolres Polman AKBP Agoeng Adi Koerniawan tiba di lokasi kejadian dan langsung mendamaikan kedua belah pihak di sakasikan oleh Pasi Ops Dim 1402/Polmas Kapten In Martani.

Alhasil, kedua belah pihak dapat menerima dan saling memaafkan. Namun, berselang sekira satu setengah jam kemudian, tepatnya sekira pukul 15.00 Wita, tiba-tiba terjadi penembakan yang mengakibatkan seorang anggota Kompi senapan B Yonif 721/Makassau yakni Prada Yuliadi tertembak hingga mengakibatkan nyawanya tak tertolong.(Republika)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=8968

Posted by on Agu 31 2015. Filed under News, Pendidikan, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented