|

Marinir: Komando Kami Jelas, Netral!

Sidoarjo – Hiruk pikuk pilkada serentak tidak memengaruhi jajaran TNI. Mereka menegaskan bahwa TNI akan tetap netral. Sikap tersebut ditegaskan Komandan Pasukan Marinir (Danpasmar) 1 Surabaya Brigjen TNI Mar Kasirun Situmorang.

Di tengah konstelasi politik regional menjelang pilkada di sejumlah kabupaten/kota, dia memastikan bahwa jajarannya tidak akan memihak pasangan calon kepala daerah di mana pun. Selain sudah diatur dalam UU TNI, sebagai bagian dari TNI-AL, mereka bertanggung jawab atas operasi pertahanan NKRI di laut.

Komando pelaksana utama Korps Marinir Wilayah Timur itu menyatakan bahwa pihaknya sebatas membantu kepolisian meĀ­ngamankan pesta demokrasi.

”Komando kami jelas. Tetap netral,” tegas Kasirun saat dikonfirmasi dalam Latihan Geladi Posko Operasi Pertahanan Pantai 2015 di Pusat Latihan Kapal Perang Koarmatim, Ujung, kemarin (28/7). Penegasan itu sekaligus mematahkan persepsi Marinir mendukung salah satu calon bupati-wakil bupati Sidoarjo.

Dalam foto yang dimuat Jawa Pos edisi Selasa (28/7) halaman 25, tampak pasangan Utsman Ikhsan-Tan Mei Hwa dengan background bus bertulisan Marinir. Bus tersebut kebetulan melintas saat rombongan Utsman Ikhsan-Tan Mei Hwa berada di Jalan Ahmad Yani. Jadi, bus Marinir itu tidak terkait dengan pasangan calon bupati-wakil bupati Sidoarjo tersebut.

Kasirun mengatakan, selama ini Pasmar 1 disibukkan berbagai agenda kegiatan. Misalnya, latihan bersama antara TNI-AL dan US Navy bersandi Carat (Cooperation Afloat Readiness and Training).

Menjelang peringatan kemerdekaan RI, prajurit baret ungu itu menghelat penyelamatan terumbu karang bertajuk Save Our Littoral Life (SOLL) dan Ekspedisi Pendakian Carstensz Pyramid Papua pada 16 dan 17 Agustus 2015.

Pasmar 1 yang bermarkas di Raya Gedangan itu masih disibukkan seabrek aktivitas tanpa putus. Dengan kegiatan padat tersebut, kata Kasirun, tidak ada anak buahnya yang berani bermain-main politik.

”Silakan masyarakat melapor kalau ada anggota Korps Marinir yang terlibat aksi menggalang dukungan dalam pilkada,” tegas mantan Komandan Denjaka, pasukan khusus TNI-AL, itu.

Kasirun menambahkan, jajarannya sudah mengklarifikasi pengemudi bus Marinir yang bertugas antar-jemput (shuttle) prajurit pergi-pulang. Bus tersebut seharian keluar masuk satuan angkutan Pasmar di markas Gedangan. ”Dengan klarifikasi ini, semoga tidak ada pandangan lain masyarakat terhadap TNI,” ucap Kasirun. (Jpnn)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=7846

Posted by on Jul 29 2015. Filed under News, Opini, Pendidikan, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented