|

KP2KP Selenggarakan Penyuluhan Perpajakan dan Perbankan

 

Lamteng – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dalam bidang perpajakan pelaku perbankan dan pengusaha yang ada di Lamteng, Kantor Pelayanan, Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Bandarjaya KP2KP Bandarjaya ,menggelar program penyuluhan kepada para pengusaha diwilayah Lamteng.

Penyuluhan dilaksanakan di aula kantor KP2KP Bandarjaya, Kamis ( 26/02) kemarin di hadiri 35 bankir dan pengusaha yang melakukan usaha di Lamteng.

Acara sosialisasi di buka oleh kepala KP2KP Bandarjaya Miryan Mirza, SE sekaligus juga sebagai pembicara.

Peserta sangat antusias terhadap materi yang disampaikan oleh pembicara dari KPP Pratama Metro, Supriyadi dan Anang Indra Prasetia, aconting representatif seksi pengawasan dan konsultasi III.

Acara yang berlangsung sekitar dua jam ini di tutup dengan sesi tanya jawab dan pengisian blangko Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi Tahun Pajak 2014.

Peserta kembali antusias untuk menanyakan beberapa masalah yang masih belum di mengerti, baik dari materi yang telah dipaparkan maupun masalah- masalah perpajakan perbankan dan usahawan.

Menurut keterangan kepala KP2KP Bandarjaya , Miryan Mirza, SE kegiatan penyuluhan ini di harapkan dapat menambah pengetahuan tentang kewajiban para bankiir dan pengusaha tentang peraturan terbaru di bidang perpajakan kepada wajib pajak. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan perpajakan kepada wajib pajak

Ditambahkan Miryan, jika penyuluhan perpajakan secara langsung dalam bentuk sosialisasi perpajakan maupun kelas pajak ini sejalan dengan arahan kebijakan Kantor Pusat (KP) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang menginginkan lebih banyak penyuluhan langsung kepada Wajib Pajak.
Mirza mengganggap sangat penting penyuluhan ini, tidak hanya penyampaian materi, namun juga sebagai media komunikasi dua arah antara yang melayani dengan yang dilayani, sehingga diharapkan tercapainya kesempurnaan dalam pelayanan pajak.

Harapan Mirza setiap bankir dan pengusaha dapat segera menyampaikan SPT Tahunan yang telah diisi dengan benar dan disampaikan tepat waktu. Melihat antusiasme para bendahara
semoga hal ini menjadi indikasi makin meningkatnya kepedulian dan kesadaran Wajib Pajak untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya.

Sehubungan dengan pelayanan penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan (SPT Tahunan PPh), Direktorat Jenderal Pajak dengan ini menyampaikan hal-hal sebagai berikut:
1. Batas waktu penyampaian SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi adalah paling lama 3 (tiga) bulan setelah batas akhir Tahun Pajak dan untuk SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Badan adalah paling lama 4 (empat) bulan setelah akhir Tahun Pajak.
2.Batas waktu penyampaian SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang
Pribadi tahun 2013 adalah 31 Maret 2014 dan SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Badan adalah 30 April 2014.3. Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dan Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) di seluruh Indonesia tetap buka dengan memperpanjang jam kerja
4. Jenis pelayanan yang diberikan kepada Wajib Pajak selama penambahan jam kerja adalah pelayanan konsultasi dan penyampaian SPT Tahunan PPh.
5. Wajib Pajak dapat menyampaikan SPT Tahunan dengan cara lain sebagai berikut:
- Dikirim melalui pos dengan bukti pengiriman surat ke KPP tempat Wajib Pajak terdaftar,
- Dikirim melalui perusahaan jasa ekspedisi atau jasa kurir dengan bukti pengiriman surat ke KPP tempat Wajib Pajak terdaftar;
e-Filing melalui website Direktorat Jenderal Pajak atau Penyedia Jasa Aplikasi/ Application Service Provider (ASP). (Juandi Rizal)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=5032

Posted by on Feb 27 2015. Filed under News, Opini, Pendidikan, Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented