|

Warga Satu Desa di Blitar Terserang Chikungunya

 

Blitar – Sekitar 300 orang, mulai anak-anak sampai orang tua, di Kelurahan/Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, terserang chikungunya.
Itu sudah berlangsung dua minggu lalu, namun sampai kini belum ada tindakan pencegahan, seperti fogging meski sudah
dilaporkan.
Akibatnya, bagi penderita yang punya uang bisa berobat ke rumah sakit, namun bagi yang tak mampu, hanya bisa pasrah.
Penderita sebanyak itu tersebar di tiga dusun, yakni Dusun Sutojayan, Dusun Gondanglegi, Dusun Purworejo. Rata-rata per RT di tiga dusun itu, jumlah penderitanya sekitar 20 orang.
“Wabah ini sudah terjadi dua minggu lalu. Itu pertama kali terjadi di Dusun Sutojayan,” kata Suwigyo (54), ketua Rt 02/Rw 05, Dusun Sutojayan, yang juga terkena chikungunya, Rabu (28/1).
Tak jarang, satu keluarga juga kena semua. Seperti H Syakur (65), ketua Rw 05, Dusun Sutojayan. Selain H Syakur, istrinya, Hj Wiwik (40), dan kedua anaknya, Jannah Sugeng Riyadi (29), serta Yoga (25), juga terkena penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk
tersebut.
“Di keluarga kami, yang kena pertama kali saya. Itu dua minggu lalu. Gejala awalnya, persendian saya terasa linu semua, dan kalau digerakkan sulit karena nyeri. Semula, saya kira saya terkena asam urat, namun kok tubuh saya terasa nggak enak
semua, seperti menggigil dan panas dingin,” paparnya.(Surya)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=4600

Posted by on Jan 29 2015. Filed under Health, News. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented