|

Dewan Sebut Hasil Uji Lab BLH Rekayasa.

 
Lamteng – Hasil uji laboratorium limbah PT Santori yang dilakukan oleh Badan Lingkungan Hidup (BlH) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) beberapa waktu lalu, dinilai Dewan setempat mengada-ada alias rekaya.
Hal tersebut di ungkapkan oleh anggota DPRD Lamteng daerah pemilihan (dapil) II, Zahri Efendi, Selasa (30/12).
“Itu mengada-ada (uji lab-red). Bukti-bukti yang dimiliki masyarakat itu sudah jelas, pencemaran sungai way wayah itu akibat limbah PT Santori.” jelas Zahri.
Zahri menambahkan, seharusnya BLH mengikut sertakan pihak terkait dalam melakukan uji lab tersebut.
“Inikan tidak ada, Kepolisian ataupun perwakilan Komisi III tidak ada yang diikut sertakan. Bisa saja itu yang dijadikan sampel oleh mereka (BlH) dari Kali Seputih, kan bisa saja. Karena tidak ada saksinya.” imbuhnya.
“Saya tidak akan berhenti memperjuangkan masyarakat terkait limbah ini. Saya akan terus mencari bukti-bukti, biar semua tahu PT Santori itu memang bermasalah.” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Badan Lingkungan Hidup Lamteng beberapa waktu lalu memberikan keterangan terkait hasil uji laboraturim limbah PT Santori.
Menurut Kepala BLH Lamteng Irianto Marhasan, analisi yang dilakukan di Politeknik Kesehatan Tanjung Karang, Bandar Lampung itu menghasilkan, bahwa pencemaran sungai yang terjadi di Way Wayah bukan disebabkan oleh PT Santori.
“Hasil analisis yang kita lakukan kemarin, limbah mereka (PT Santori) dibawah baku mutu. Kalau secara logika, pencemaran sungai itu bukan dari mereka.” Kata Irianto sambil menunjukan kertas berisikan keterangan hasil uji labnya kepada detiknusantara.(Juandi)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=4220

Posted by on Des 31 2014. Filed under Ekonomi, Entertainment, News, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented