|

Dua Dusun Sepakat Damai,Aparat Masih Siaga.

Lamteng – Langkah cepat Wakil Bupati Lamteng Dr. Ir. Hi. Mustafa, MH. Sejak Kamis sore, langsung turun ke lapangan mendinginkan dua kubu yang saling serang, dan untuk mencegah hal-hal yang akan merugikan masyarakat terbukti epektif.

Pasalnya, jalan damai kini diretas untuk mengakhiri perseteruan warga Dusun I dengan Dusun II, Kampung Tanjungharapan, Kecamatan Anaktuha, Kabupaten Lampung Tengah.

Pada Jumat (28/11) kemarin, perwakilan dua dusun akhirnya sepakat menandatangani naskah perjanjian damai di SDN 1 Kecamatan Anaktuha. Kesepakatan itu dilakukan di hadapan Bupati Lamteng dan Wakil Bupati, Asisiten I Provinsi Lampung Tauhidi, Kapolres Lamteng, KBO Polda Lampung, Danrem 043 Garuda Hitam, beserta perwakilan kedua dusun.

Dalam perdamaian yang dilakukan, tercantum tiga butir perjanjian. Adalah, tidak akan ada lagi aksi saling serang anatar kedua dusun. Selain itu, terkait dua warga Dusun I yang hilang, dan untuk pelaku pengrusakan secepatnya akan dilakukan pendalaman lidik, sidik oleh aparat kepolisian. Dan terakhir, segala kerusakan material dalam perisitiwa tersebut, semapunya akan ditanggung oleh pemerintah daerah Kabupaten Lampung Tengah.

Bupati Lamteng Hi. A. Pairin, usai mediasi mengatakan, diharapkan dengan adanya mediasi ini tak akan ada lagi kejadian yang serupa.

“Alhamdulilah kedua belah pihak telah menandatangani kesepakatan untuk berdamai. Saya berterimakasih kepada semua unsur yang telah membantu menyelsaikan permasalahan ini. Mulai sore ini semua sudah bisa melakukan aktifitas seperti biasanya.” kata Bupati Achmad Pairin di dampingi Wabup Mustafa usai me mediasi perdamaian.

Pairin mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang sifatnya akan memecah belah persatuan.”Kita ini saudara, keluarga besar. Tidak boleh ada yang akan memecah belah kita. Atas kejadian ini saya harap kita semua bisa ambil hikmahnya, kedepan bergandeng tangan, bersama-sama kita ciptakan hubungan yang harmonis untuk memajukan Lamteng.

Achmad Pairin menambahkan, terkait kerusakan yang terjadi akibat kejadian tersebut, akan ditanggung oleh pemerintah daerah.

Semua, lanjutnya, sesuai dengan motto Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung tengah, yakni memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat.

Sementara, Kapolres Lamteng ABKP Kunto Prasetyo menambahkan, dengan adanya kesepakatan perdamaian seperti ini bahwa tindakan kepolisian kedepan adalah menjaga situasi dan kondisi tetap kondusif. Ia berharap, kejadian ini tak akan terulang kembali, khususnya di tempat-tempat lain.

“Meskipun sudah berdamai, kami sebagai pengayom masyarakat akan terus melakukan antisipasi di lokasi dan memonitoring sampai wilayah benar-benar aman dan kondusif,” beber kapolres kepada sejumlah awak media.

Kata dia, untuk kedua anak yang hilang hingga kini masih dalam penyelidikan pihak aparat kepolisian. untuk perkembangan lebih lanjut, menunggu hasil dalam penyelidikan nanti. “Sesuai kesepakatan awal, saya akan tetap menegakan hukum kepada pihak-pihak yang menjadi provokator kerusuhan, pembakaran rumah ataupun pelaku lainnya secara profesional. Ini dilakukan untuk memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,” bebernya lagi.

Sebenarya, kata dia, akar permsalahan hingga kini masih misteri. Namun, semua akan secepatnya dicari terkait permasalahan-permasalahan yang timbul di Lamteng.

Sebelumnya, suasana terus mencekam. Kedua sekelompok massa yang tergabung dalam satu kampung itu saling serang dan membakar rumah sejak Kamis sore lalu hingga malam hari 27 November 2014.

Kerusuhan ini dipicu peristiwa dua bocah diperkirakan berumur 15-tahun yang hilang sejak Senin (24/11) lalu diduga tewas dihakimi massa setelah tertangkap tangan mencuri di Dusun 2 Kampung Tanjungharapan, Kamis pukul 15.30 wib. Sejumlah informasi yang masih simpang-siur pun muncul. Dari data kepolisian menyebutkan bahwa dua anak yang diketahui bernama Kurnia Jaya dan Angga Wirayuda itu telah tewas di sekitar dusun 2 Tanjungrejo kampung setempat.

Akibatnya sungguh tragis. Sebanyak 79 unit rumah warga di kedua Dusun I dan II, kampung setempat dibakar massa, 5 unit sepeda motor dibakar, serta 1 mobil minibus.

Pantauan dilokasi, kurang lebih 1.500 personel yang tergabung dalam Korem 043 Gatam, TNI, Brigid Marinir, Polda Lmapung dan Polres Lamteng serta rayonisasi polres di jajaran Polda Lampung turun untuk melerai kedua kubu yang bertikai.(Juandi)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=3424

Posted by on Nov 30 2014. Filed under News, Pendidikan, Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented