|

Perangi ISIS, Indonesia Kirim Tim ke Timur Tengah

Tim ini akan berangkat pada awal September
Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ansyaad Mbai, mengatakan akan mengirim satu tim ke beberapa negara di Timur Tengah yang menjadi basis kelompok Islamic State of Iraq and al-Sham seperti Suriah dan Irak. Ada dua tujuan yang ingin dicapai dengan berangkat ke sana.

Ditemui media di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin malam, 25 Agustus, tujuan pertama, ungkap Ansyaad, karena ingin mengetahui secara yuridis bagaimana negara-negara tersebut menangani ISIS. Kedua, BPNPT ingin memperoleh bukti hukum yang kuat, ada keterlibatan Warga Indonesia dalam organisasi pimpinan Abu Bakar Al-Baghdadi itu.

“Kami perlu bukti dari negara-negara yang bersangkutan bahwa benar orang-orang itu melewati perbatasan di negara ini, tanggal sekian. Dengan adanya bukti itu, maka kami bisa memberlakukan penegakan hukum yang kuat kepada orang-orang itu,” ujar Ansyaad.

Dengan bukti itu pula, Pemerintah Indonesia bisa menyeret para WNI yang terbukti bergabung ke ISIS untuk dihukum.

“Mereka bisa dicabut kewarganegarannya sesuai dengan UU No. 12 tahun 2006, pasal 2F dan hukum Pidana, KUHP masal 139 dan 111 tentang makar. Sementara, bagi mereka yang menyebar foto dan video mengenai ajaran ISIS bisa dikenai UU Informasi dan Transaksi Elektronik,” kata Ansyaad.

Langkah pertama yang ditempuh, sebelum berangkat, pada hari ini BNPT dan Kementerian Luar Negeri akan melakukan telekonferensi dengan perwakilan KBRI di negara-negara yang bersangkutan.

Sebelumnya, Ansyaad menyampaikan ada 34 WNI yang menjadi pejuang aktif di Suriah. Mereka merupakan mantan teroris yang sebelumnya sudah pernah ditangkap di Indonesia, lalu kembali lagi ke area konflik.

Menurut Ansyaad, bahaya yang harus diwaspadai Pemerintah Indonesia yakni ketika mereka kembali.

“Jangan sampai terulang kembali peristiwa dengan alumni Afghanistan, mereka kembali dari sana lalu membangun organisasi teror di sini. Itu yang perlu diwaspadai,” kata Ansyaad.

Usai memperoleh informasi yang cukup, rencananya pada awal September, tim penindak BNPT ini akan berangkat ke Timur Tengah dan bertemu dengan para pejabat terkait yang menangani isu tersebut.

Selain itu, Ansyaad turut mengajak kerjasama negara-negara yang memiliki keahlian di bidang teknologi informasi. Karena anggota ISIS banyak menyebarkan ajarannya melalui dunia maya untuk merekrut pengikut baru.

“Kemenkominfo sudah menghapus beberapa video yang diunggah ke Youtube. Namun, besok bisa muncul lagi, karena mereka mengunggah dari beberapa tempat,” kata dia. (Vivanews)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=2309

Posted by on Agu 26 2014. Filed under News, Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented