|

Polri khawatir PP soal aborsi disalahgunakan

Jakarta – Polri masih berkoordinasi dengan Kemenkes terkait Peraturan Pemerintah nomor 61 mengenai kesehatan reproduksi wanita, yang di dalamnya juga memuat aturan aborsi bagi korban perkosaan. Polri mengaku belum ada aturan teknis yang mengikat terhadap perizinan aborsi.

Terlebih menyangkut peranan Polri sebagai penegak hukum, Polri khawatir banyak orang menyalahgunakan peraturan ini. Padahal aborsi diperkenankan pada korban perkosaan yang janinnya belum 40 hari.

“Itu jadi permasalahan. Legitimasi bisa selesai ketika semua sama cara berpikirnya. Agar tidak disalahgunakan bagaimana mekanismenya memberikan surat keterangan bahwa yang bersangkutan melapor ke Polri bahwa bukti permulaan yang cukup (adanya tindak perkosaan). Makanya dokter hubungi ke polisi apakah diperkosa sehingga bisa menentukan tindakan,” jelas Kadiv Humas Polri Irjen Pol Ronny F Sompie di kantornya, Jakarta, Senin (25/8).

Masalah kedua yang membuat Polri ragu adalah soal jangka waktu penyelidikan kasus perkosaan. Dalam aturan tersebut, janin bisa digugurkan sebelum 40 hari, tetapi polisi khawatir jika pembuktian perkosaan memakan waktu yang lebih panjang.

“Kasus perkosaan itu kalau polisi memberikan keterangan berarti ada laporan bahwa diperkosa. Apakah sudah terbukti dalam waktu 40 hari? Jika terbukti tanggung jawab keterangan diberikan polisi,” lanjut dia.

Belum adanya perbaikan aturan ini terpaksa membuat Polri harus bekerja keras membuktikan kasus perkosaan yang akan dijadikan rujukan aborsi dalam waktu 40 hari. Para korban pun diminta kooperatif melapor jika mengalami perkosaan.

“Seyogyanya sebelum 40 hari setelah kejadian lapor dengan pp ini masyarakat merasa diperlakukan kekerasan seksual lapor segera sehingga tidak berlangsung lama,” tutup dia.(Merdeka)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=2292

Posted by on Agu 25 2014. Filed under Health, News. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented