|

Pasukan Khusus TNI Gelar Latihan Pengamanan Pengumuman Pilpres 2014

Jakarta -  Sebanyak 64 personel pasukan khusus TNI dari satuan penanggulangan teroris, yang terdiri atas Kostrad dan Kopassus TNI Angkatan Darat, Marinir TNI Angkatan Laut dan Paskhas TNI Angkatan Udara, melakukan latihan pengamanan menjelang rekapitulasi suara secara nasional pada 22 Juli 2014.

“Sebanyak 12 pesawat helikopter diterjunkan dalam latihan itu,” kata Panglima Divisi I Kostrad yang sekaligus sebagai Komandan Latihan, Fransen D Siahaan, di sela-sela Latihan Fastroping dalam rangka Pilpres, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (18/7).

Helikopter yang digunakan, kata dia, yakni tiga Heli bell 412  TNI AL, dua pesawat Heli Bell 412 TNI AD, tiga pesawat Heli Super Puma Nas 332 TNI AU dan empat pesawat MI-17 TNI AD. Latihan tersebut bertujuan untuk menunjukkan kesiapsiagaan TNI dalam menghadapi segala kemungkinan bentuk ancaman dan gangguan pada Pilpres 2014  dalam rangka mewujudkan stabilitas keamanan di seluruh wilayah NKRI serta untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Adapun sasaran latihan adalah para prajurit Pasukan Khusus TNI memiliki ketrampilan dan kemampuan dalam melaksanakan tehnik Mobilisasi Udara (Mobud) dengan baik. Dengan latihan ini para prajurit TNI memiliki kecepatan bergerak mulai dari pemuatan heli, pemindahan udara, keluar dari heli dan dilanjutkan aksi di daerah sasaran.

Selain itu, juga untuk melatih kecepatan bergerak prajurit secara professional, gesit, lincah dan penuh dengan kewaspadaan.

Dalam latihan itu, diskenariokan bahwa negara tengah terjadi chaos dan Kantor Komisi Pemilihan Umum (Guest House TNI AD, Cilangkap) menjadi amukan massa. Kemudian, Presiden memerintahkan Panglima TNI untuk menerjunkan pasukan khusus TNI dalam mengamankan personil KPU, materiil dan data-data KPU.

“Kemudian, kita terjunkan personel pasukan khusus untuk melakukan fastroping (turun cepat gunakan tali) dari helikopter. Mereka kemudian, melakukan pengamanan personel KPU dan data-data KPU,” kata Fransen.

Skenario latihan diawali dengan formasi ‘arrow tail’ terbang dari Lanud Halim PK menuju daerah sasaran Guest House Mabes TNI AD Cilangkap dengan ketinggian 1000 feet. Setelah di atas area Guest House, satu Superpuma dan dua Bell 412 berputar yang selanjutnya memasuki sasaran (Spot) untuk persiapan melaksanakan Rappeling And Fastrope.

Selanjutnya satu Heli Bell 412 TNI AD berputar dan menunggu penjemputan kemudian MI-17 terbang ke atas untuk melaksanakan pelolosan ke daerah yang aman. Kemudian untuk tim kedua dengan menggunakan 6 Helikopter melaksanakan menuver superpuma dan bell rappeling dan fastrope on spot (tim keamanan dan eksekutor). [Suarapembaruan]

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=2122

Posted by on Jul 18 2014. Filed under News, Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented