|

PDIP: Undangan SBY dan Demokrat Pojokkan Jokowi

“Hatta yang mantan anggota kabinet tentu siap teruskan kebijakan SBY.”
Jakarta  – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan merasa heran dengan undangan Partai Demokrat kepada dua pasang calon presiden dan calon wakil presiden, Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK, untuk memaparkan visi misi mereka di hadapan kader partai itu, termasuk Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Umum Demokrat.

“Undangan itu memojokkan PDIP dan Pak Jokowi,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP Eva Kusuma Sundari kepada VIVAnews, Kamis 29 Mei 2014.

Apalagi, kata anggota Komisi III DPR itu, Ketua Harian Demokrat Syarif Hasan mengatakan Demokrat akan mendukung capres yang mau meneruskan visi misi SBY.

“Padahal PDIP mengusung konsep Trisaksi yang isinya merupakan koreksi atas pertumbuhan yang tidak berkualitas, di mana gini ratio RI memburuk menjadi 0,413, HDI (Human Development Index) dan AKI (Angka Kematian Ibu) juga memburuk, rakyat jadi konsumtif, industrialisasi tidak jalan, dan lain-lain,” kata Eva.

Oleh sebab itu, Eva menilai undangan Demokrat itu tidak elok dan tak adil bagi Jokowi. “Tentu cawapres Hatta yang (mantan) anggota kabinet sekaligus besan SBY akan siap meneruskan kebijakan SBY,” kata dia.

Eva bahkan menduga undangan tersebut merupakan bagian dari strategi Demokrat yang akan dipakai untuk mendukung pasangan Prabowo-Hatta.

Oleh sebab itu Eva menyarankan kepada pemimpin-pemimpin partai politik pendukung Jokowi untuk mempertimbangan undangan Demokrat itu dengan hati-hati sebelum memutuskan, apakah menyarankan Jokowi untuk menghadirinya atau tidak.

Secara terpisah, Syarif Hasan menyatakan Prabowo-Hatta akan memenuhi undangan Demokrat tersebut. “Prabowo menanggapi undangan itu secara terbuka,” kata dia. (Viva)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=1796

Posted by on Mei 29 2014. Filed under News, Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented