|

120 TKI Karanganyar Siap Dikirim ke Malaysia

Karanganyar – Sebanyak 120 tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Karanganyar siap diberangkatkan ke Malaysia. Mereka akan bekerja di perusahaan elektronik perangkat komputer General Electric BHd, di Kuala Lumpur.

Jumlah itu diprediksi masih akan bertambah seiring dengan selesainya Ujian Nasional (UN). Biasanya para alumni SMK yang berniat bekerja memilih menunggu selesainya UN untuk memastikan kelulusannya.

‘’Yang 120 orang itu sudah mendapatkan rekomendasi dan saat ini sedang menyelesaikan paspor serta visa kerja yang diurus perusahaan pengirim tenaga kerja Indonesia PT Sukses Mandiri tama (SMU),’’ kata Sri Wibowo, Kabid Penempatan dan Perlindungan tenaga Kerja, Dinsosnakertrans Karanganyar.

Pihaknya bersama PT SMU masih akan melakukan sosialisasi dan juga mempersiapkan pembekalan kepada para lulusan SMK yang siap diberangkatkan ke Malaysia.

Mereka akan diberi pembekalan berbagai pengetahuan hidup di negara lain, soal kebangsaan, wawasan nasional dan juga persoalan keseharian yang akan banyak dihadapi di sana.

Dikatakannya, para pekerja akan dikontrak selama dua tahun dan jika mau akan diperpanjang setahun lagi pada akhir kontrak nanti. Mereka mendapatkan gaji sekitar 1.200 sampai 1.700 ringgit atau sekitar Rp 3,5 juta sampai Rp 4 juta/bulan.

‘’Mereka tidak perlu susah patah kos karena sudah disediakan hostel (house hotel) seperti apartemen yang disediakan perusahaan. Mereka akan diantar jemput dengan bus perusahaan setiap hari.

‘’Dengan fasilitas itu, mestinya hidup setiap bulan akan lebih irit. Paling tidak diperlukan biaya hidup hanya untuk makan dan main sekadarnya sekitar 500o ringgit saja.Kelebihan uang itu bisa ditabung dan dikirimkan ke orang tua yang difasilitasi bank Malaysia yang sudah bekerja sama dengan bank di Indonesia, seperti Bank Jateng dan Bank Daerah Karanganyar lewat western union.’’

Sri Wibowo mengatakan, formasi bekerja di pabrik elektronik di Malaysia masih sangat terbuka. PT SMU memiliki opsi mengirimkan tenaga kerja sampai 2.000 orang tahun ini. Karanganyar sendiri paling hanya bisa memenuhi sampai sekitar 300 atau 400 pekerja saja.

‘’Masih sangat banyak formasinya, jadi kami masih akan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah pasca pengumuman UN ini. Syaratnya diizinkan orang tua, dan tidak ada tarikan uang apapun kecuali uang pemeriksaan kesehatan Rp 700.000 yang akan dikembalikan lagi oleh perusahaan Malaysia sebesar Rp 400.000 menjelang keberangkatan,’’ kata Sri Wibowo.

Sementara itu selain di Malaysia, formasi sebetulnya juga ditawarkan oleh perusahaan di Batam. Namun demikian tidak banyak peminat dari Karanganyar. Dari sekitar 100 formasi yang ada, hanya sekitar 20-an orang saja yang diberangkatkan.

‘’Kami memberlakukan syarat ketat. Tawaran harus langsung direkomendasikan Dinsosnakertrans Batam secara resmi, dengan cap basah. Juga ada keterangan gaji, fasilitas lainnya, seperti asrama atau uang pengganti kos, dan tunjangan lainnya.

‘’Dengan cara itu, kami bisa menuntut jika di kemudian hari ada ketidaksamaan antara penawaran dengan kenyataan.’’(Suaramerdeka)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=1802

Posted by on Mei 29 2014. Filed under Ekonomi, News. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented