|

BKKBN: Jaga Jarak Kehamilan

Jakarta -  Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan, menjaga jarak kehamilan merupakan salah satu cara untuk menghindari tingginya kasus angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).

”Jarak kehamilan terlalu berdekatan juga bisa menjadi penyebab terjadinya kasus kematian ibu melahirkan,” kata Kepala BKKBN Fasli Djalal di Jakarta, Senin (28/4).

Karena itu, Fasli mengatakan bahwa masyarakat harus paham kesehatan reproduksi dengan baik.

Minimal berat bayi 2,5 kilogram saat lahir agar metabolisme dalam otak berkembang dengan baik. Menjaga jarak kehamilan juga harus terus disosialisasikan,” katanya.

Fasli juga menyatakan pihaknya sangat mendukung kampanye peduli kesehatan ibu yang saat ini tengah dilakukan.

Saat ini, kata dia, ada 2,3 juta pasangan menikah dalam setahun, dan sebanyak 4,5 juta kehamilan dalam setahun.

Karenanya, harus terus dikampanyekan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.

Sementara itu, Merck Sharp and Dohme (MSD) Indonesia bekerja sama dengan berbagai pihak akan menyediakan informasi dan layanan kesehatan yang memadai untuk meningkatkan kesehatan ibu dan keluarganya.

“Keluarga Berencana dan kesehatan perempuan merupakan faktor penentunya,” kata President and Managing Director MSD Indonesia, Chris Tan.

MSD juga mendukung pemerintah dalam mencapai akses universal atas kesehatan reproduksi untuk mencapai MDGs.

“Kami menyasar 10.000 pekerja perempuan di beberapa pabrik di Indonesia. Indonesia memiliki berbagai industri dan bisnis dimana mayoritas pekerjanya adalah perempuan,” katanya. [Antara]

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=1577

Posted by on Apr 28 2014. Filed under Health, News. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented