|

DNA di Ganja Identik, BNN Akan Periksa Lingkaran Terdekat Akil

akil muktarJakarta (DN) -  Badan Narkotika Nasional (BNN) akan memeriksa lingkaran terdekat Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) nonaktif Akil Mochtar. Hal ini dilakukan untuk mengetahui profiling Akil terutama terkait penyalahgunaan narkoba.

“Lingkungan terdekat seperti sopir atau keluarga pasti akan diperiksa untuk profiling yang bersangkutan,” kata Kasubdit Heroin, Direktorat Narkotika Alami, Deputi Pemberantasan BNN, Slamet Pribadi seusai konferensi pers di Gedung BNN, Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Rabu (30/10).

Terkait kepemilikan barang bukti tersebut, Slamet menyatakan, hal itu masih belum menjadi fokus pihaknya. Saat ini, BNN masih menelusuri penyalahgunaan yang mungkin dilakukan Akil.

Setelah laboratorium Pusdokkes Mabes Polri menyatakan profil deoxyribonucleic acid (DNA) Akil identik dengan DNA yang ditemukan di lintingan ganja, BNN akan membentuk tim untuk melakukan assessment terhadap mantan politisi Partai Golkar tersebut. Tim assessment ini nantinya akan merekomendasikan sejauh mana keterlibatan Akil dengan barang bukti yang ditemukan.

Kabag Humas BNN, Sumirat Dwiyanto menyatakan, jika hasil assessment menyatakan Akil sebagai penyalah guna, dia akan dijerat Pasal 127 UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman hukuman pengguna maksimal empat tahun, namun kami masih melakukan langkah lebih lanjut. Sesuai dengan peraturan UU, kita ketahui dekriminalisasi yaitu bagi mereka yang terbukti sebagai pecandu murni nanti hasil dari rekomendasi dokter bisa dilaksanakan rehabilitasi,” jelasnya.

Terkait status hukum Akil sebagai tersangka kasus suap penanganan sengketa pilkada Gunung Mas, Kalimantan Tengah, dan Lebak, Banten serta kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Sumirat menyatakan kasus-kasus yang menjerat Akil akan berjalan beriringan. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menangani kasus-kasus tersebut.

“Ini kasus berbeda. Ada kasus hukum terkait tindak pidana korupsi dan juga kasus tindak pidana narkotika. Yang pasti yang namanya penyalahgunaan narkotika apapun bentuknya dilarang sesuai hukum, tapi ada dekriminalisasi, yaitu rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial,” jelasnya.

Menurut Sumirat, tes urine yang dilakukan beberapa waktu lalu bisa saja negatif karena Akil tidak tertangkap menggunakan narkotika. Selain itu, ada jarak waktu antara pemakaian dengan pengambilan sampel urine. “Kemungkinan lainnya, jarak penggunaan yang jarang, artinya sebulan dua bulan, maka hasilnya negatif,” papar Sumirat.

Sumirat menegaskan, pihaknya tidak akan berhenti pada pemeriksaan terhadap Akil. BNN, katanya akan mengusut tuntas kasus narkoba yang ditemukan di ruang kerja Akil hingga kepada sindikat dan pemasok narkoba tersebut.  [Suarapembaruan]

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=920

Posted by on Okt 31 2013. Filed under News, Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented