|

MK Tolak Semua Permohonan Gugatan Pasangan Pari

pasangan-pari-kalahPilwali Madiun
Madiun (DN) – Majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menolak seluruh permohonan gugatan yang diajukan pasangan nomor urut 3, Parji-Inda Raya Ayu Miko Saputri (Pari) dalam sidang pembacaan putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kota Madiun Tahun 2013 di gedung MK, Senin (30/9/2013). Majelis hakim menyatakan semua tuduhan yang diajukan dalam gugatan sengketa Pilwali Madiun itu tidak bisa dibuktikan.

Salah seorang Komisioner KPU Kota Madiun, Kokok Heru Purwoko mengatakan majelis hakim yang diketuai Akil Mochtar menolak seluruh isi permohanan gugatan yang diajukan pasangan Pari. Alasan majelis hakim, karena dalil-dalil dalam gugatan pemohon tidak terbukti secara sah dan meyakinkan. Selain itu, tidak ditemukan unsur kecurangan yang terstruktur, masif dan sistematis (TMS) seperti yang dituduhkan dalam gugatan itu.

“Dalam putusannya hari ini, majelis hakim menolak seluruh permohonan gugatan yang diajukan pasangan Pari selaku pemohon,” terangnya kepada Surya, Senin (30/9/2013) paska sidang putusan dibacakan majelis hakim di MK melalui ponselnya.

Dengan diputusnya perkara gugatan Nomor 112/PHPU.D-XI/2013 tentang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kota Madiun Tahun 2013, secara dejure pasangan nomor 6 Bambang Irianto-Sugeng Rismiyanto (Baris Jilid II) secara sah sebagai pemenang Pilihan Walikota (Pilwali) Kota Madiun yang dilaksanakan 29 Agustus 2013 lalu. Pasalnya, perkara yang diputus MK, tidak dapat dilakukan upaya hukum yang lebih tinggi (kasasi).

Diberitakan sebelumnya, dalam rekapitulasi hasil Pilkada yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Madiun, 4 September 2013 lalu, menetapkan pasangan nomor 6 (Baris Jilid II) sebagai pemenang Pilkada Kota Madiun 2013 dengan perolehan sebanyak 48.546 suara (49,35 persen).

Posisi kedua ditempati pasangan nomor 3 (Pari) dengan perolehan sebanyak 32.230 suara (32,76 persen), disusul pasangan nomor 1 (Awan 19) dengan 7.664 suara (7,19 persen), pasangan nomor 2 (Murni) dengan 5.506 suara (5,60 persen), pasangan nomor 5 (Top Care) dengan 2.504 suara (2,55 persen) serta posisi juru kunci ditempati pasangan nomor 4 (AH) dengan perolehan sebanyak 1.919 suara (1,95 persen).

Atas hasil rekapitulasi ini, pasangan Pari mengajukan permohonan gugatan ke Mahkamah Konstitusi, 9 September 2013 lalu. Sebagai termohon, yakni KPU Kota Madiun selaku penyelenggara Pilkada Kota Madiun 2013. Alasan dimohonkannya gugatan ke MK, menurut isi permohonan gugatan kubu Pari, ada pelanggaran yang sifatnya Terstruktur, Sistematis dan Masif (TMS) yang  dilakukan pasangan Baris Jilid II.

Terutama soal dugaan adanya politik uang di berbagai kelurahan. Sedangkan permohonan pasangan Pari ke MK, yakni agar MK membatalkan SK KPU Kota Madiun Nomor 41.270.01/Kpts/KPU.Kota-014.329982/20013 tentang Penetapan Pasangan Baris Jilid II Sebagai Pemenang Pilkada Kota Madiun 2013. Selain itu, pasangan Pari juga memohon agar pasangan nomor 6 (Baris Jilid II) didiskualifikasi dan menetapkan pasangan nomor 3 (Pari) sebagai pemenang Pilkada Kota Madiun 2013.

Namun impian pasangan Pari agar mereka ditetapkan sebagai pemenang Pilkada Kota Madiun 2013, kandas di tangan sembilan hakim MK yang diketuai Akil Mochtar itu.(Surya)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=239

Posted by on Sep 30 2013. Filed under News. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented